Booking Segera Seatnya sebelum Kehabisan.... !
Umroh Promo MIW by Saudia tanpa transit
Umroh Reguler Hotel *5, 22,5juta
TRAVEL UMROH RESMI BERIZIN KEMENAG RI
UMROH LANDING MADINAH
Call Center: 0811 204 1100
0811 204 5566 | 0817 221100
0811 204 1100 | 0878 98 221100

Travel Umroh Bandung | Umroh Bandung 2018 / 2019

“Sipatuh” untuk Awasi Travel Umroh Nakal

Monday, August 13th 2018.

Sipatuh Kemenag Awasi Travel Umroh Nakal (Ilegal)

 

Dalam upaya memberantas travel umroh nakal, Kemenag meluncurkan aplikasi “SIPATUH”. Tingginya minat masyarakat untuk pergi ke Tanah Suci melalui program umroh semakin tinggi. Hal ini sebagai dampak dari keinginan mereka untuk berhaji terkendala dengan panjangnya antrian / masa tunggu, untuk daerah tertentu hingga bisa mencapai 20 tahun lebih. Oleh karena itu masyarakat muslim beralih dengan melaksanakan umroh,  mengobati lamanya masa tunggu haji.

Fenomena demikian membuat ‎banyak bermunculan biro perjalanan yang menawarkan paket umrah dengan harga umroh dan fasilitas yang kompetitif, bahkan tak jarang Biro Umroh menawarkan paket umroh dengan harga yang fantastis atau dengan iming-iming umroh murah atau umroh hemat. Namun, tidak sedikit biro umroh nakal yang memanfaatkan tingginya minat masyarakat untuk pergi ke Baitulloh menjadi sarana untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya.

Upaya meminimalisasikan terjadinya kasus penipuan dengan dalih umroh murah ini, pada tahun 2016 lalu Kemenag sudah menghimbau masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam memilih biro umroh dengan meluncurkan program Umroh 5 PASTI (lima pasti Umroh). Namun ternyata belum juga dapat meredam adanya penipuan-penipuan dari oknum-oknum yang mengatasnamakan dirinya sebagai biro umroh yang profesional dan bertanggung jawab.

 

Meluncurkan Sistem SIPATUH

Berdasar indikasi semakin banyaknya kasus penipuan umroh yang terjadi, Kemenag meluncurkan sistem “SIPATUH” untuk berantas biro umroh nakal ( baca sipatuh awasi travel umroh nakal ).

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan sistem aplikasi berbasis elektronik untuk mengawasi penyelenggaran ibadah umroh dan haji khusus. Sistem tersebut bernama Sipatuh atau Sistem Informasi Pengawasan Terpadu Umrah dan Haji Khusus. Menurut Lukman, sistem itu nantinya akan memperketat pengawasan pelayanan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau biro travel kepada jemaah. Diharapkan Sipatuh bisa mencegah dan sekaligus mengawasi terjadinya penipuan biro travel umrah nakal seperti yang marak terjadi saat ini. “Jadi dalam waktu dekat ini kami akan luncurkan aplikasi sipatuh yaitu sistem informasi pengawasan terpadu umrah dan haji khusus,” kata Lukman di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Lukman menerangkan, dengan Sipatuh, proses layanan PPIU sejak awal sampai jemaah umrah kembali ke Tanah Air akan bisa dipantau. Bahkan kata Lukman, jemaah umrah pun bisa memantau secara mandiri dan langsung pelayanan yang diberikan PPIU. “(Pengawasan) tidak hanya dilakukan oleh Kementerian Agama tapi juga oleh masyarakat itu sendiri, khususnya para calon jemaah umrah,” kata dia. “Sehingga dia (jemaah umrah) bisa ikut mengontrol apakah PPIU itu betul-betul melakukan langkah-langkah dalam upaya memberangkatkan haji,” sambungnya. Lukman juga menambahkan, berbagai upaya terus dilakukan pihaknya untuk meningkatkan pengawasan PPIU. Apalagi, jumlah PPIU saat ini mencapai ratusan. “Jadi banyak hal yang kami lakukan, intinya ingin sekali lagi menumbuhkan komitmen. Karena PPIU banyak sekali yang tercatat di kami ada 906,” kata Lukman.

 

Kemenag RI Bekerjasama dengan Polri

 

Sistem yang telah dirancang Kemenag ini didukung sepenuhnya oleh POLRI. Dalam hal ini Kementrian Agama RI dan Polri saling bekerjasama untuk membantu kesatuan tugas (satgas) guna menangani kasus penipuan yang marak dilakukan penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU).

Wakil Kepala Polri Komjen Pol Syafruddin menegaskan. “Kami investigasi. Oleh karenanya Minggu ini juga ada satgas yang akan dibentuk antara Kementerian Agama dengan Mabes Polri,” kata Syafruddin.

Satgas tersebut juga dibentuk tak hanya untuk menangani beberapa kasus penipuan oleh biro travel umrah yang telah terjadi, namun juga untuk mengantipasi kasus serupa yang bisa terjadi di kemudian hari.

Polri beralasan, pembentukan satgas dengan menggandeng tim ahli dari Kemenag diperlukan demi mempercepat penanganan kasus agar bisa segera disidangkan di pengadilan.

Dengan adanya penanganan yang serius dari Kemenag RI dan juga POLRI, semoga dapat mengawasi dan membasmi biro umroh nakal. Sehingga dapat mempermudah jalan para jamaah umroh dalam melaksanakan ibadah ke Tanah Suci dengan Aman.

sumber: kompas.com

Pusat Bisnis | Kerjasama Usaha & Kemitraan